Minggu, 29 Mei 2011

Sejarah Awal

     Dalam sumber buku kronik kerajaan Liang dan kerajaan Sui  di Tiongkok pernah disebutkan sekitar tahun 506 sampai 581 Masehi terdapat kerajaan Poli yang wilayah kekuasaannya meliputi Aceh Besar sedangkan dalam Nāgarakṛtāgama di sebut sebagai Kerajaan Lamuri  yang dalam sumber sejarah Arab disebut dengan Lamkrek, Lam Urik, Rami, Ramni sedangkan dan dalam sumber sejarah Tiongkok lainnya disebut pula dengan nama Lan Li, Lan-wuli atau Lan Wo Li dengan pelabuhan laut bernama Ilamuridesam sebagaimana juga pernah disingahi dan ditulis oleh Marco Polo (1292) asal Venesia dalam buku perjalanan pulang dari Tiongkok menuju ke Persia (Iran) saat itu masih berada dibawah pengaruh kedaulatan kerajaan Sriwijaya dibawah wangsa (dinasti) Syailendra dengan raja pertamanya Balaputera Dewa, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan yang kuat dan daerah kekuasaannya meluas, meliputi Tulang Bawang, Pulau Bangka, Jambi, Genting Kra dan pulau Jawa yang kemudian membangun Borobudur.

     Ketika kerajaan Sriwijaya sedang mencapai puncak kejayaannya dan kemakmurannya yang memainkan peran penentu dengan menetapkan pola perdagangan terdiri atas tiga lapisan yakni pelabuhan dan pergudangan utama pada Palembang sedangkan pelabuhan dan pergudangan sub-regional seperti Ilamuridesam (Lamuri), Takuapa (Kedah), Jambi dan Lampung selanjutnya diikuti Sungsang serta beberapa pelabuhah kecil lainnya menggunakan alur sungai Musi dimana dalam hegemoni alur perdagangan ini kerajaan mendapatkan upeti berkemakmuran ternyata mengundang kedatangnya ekspedisi armada dari raja Rajendra Chola dari Chola India selatan pada tahun 1025 dengan melakukan serangan kepada seluruh pelabuhan-pelabuhan di Sriwijaya termasuk Ilamuridesam (Lamuri) dan Takuapa (Kedah) yang dihancurkan menjadi sunyi seperti yang diriwayatkan dalam prasasti Tanjore 1030 di India yang mengatakan bahwa dalam mengirimkan sejumlah kapal yang sangat besar ke tengah-tengah laut lepas yang bergelombang sekaligus menghancurkan armada gajahnya yang besar dari kerajaan melayu Sriwijaya dan merampas harta benda yang sangat banyak berikut pintu gerbang ratna mutu manikam terhias sangat permai, pintu gerbang batu-batu besar permata dan akhirnya Raja Sriwijaya yang bernama Sanggrama Wijayatunggawarman dapat ditawan kemudian dilepas setelah mengaku takluk, tak lama kemudian armada Chola kembali kenegerinya sedangkan sejumlah lainnya menetap dan menjadi bagian dari penduduk, dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa penyerangan tersebut lebih ditujukan untuk mengamankan atau pengambil alihan jalur perdagangan pada selat Malaka yang pada waktu itu sudah merupakan jalur perdagangan internasional yang penting daripada melakukan sebuah pendudukan dikala kekuatan militer dan diplomasi Sriwijaya sedang melemah karena lebih tertuju pada perkembangan perdagangan. sejak kekalahan ini kewibawaan kerajaan Sriwijaya mulai menurun dengan dratis yang memberikan peluang bagi kerajaan-kerajaan yang dahulu berada dibawah kedaulatan Sriwijaya mulai memperbesar dan memperoleh kembali kedaulatan penuh. Walaupun demikian keberadaan Sriwijaya baru berakhir pada tahun 1377.

 

Asal Usul Kata Aceh

     Aceh (bahasa Belanda: Atchin atau Acheh, bahasa Inggris: Achin, bahasa Perancis: Achen atau Acheh, bahasa Arab: Asyi, bahasa Portugis: Achen atau Achem, bahasa Tionghoa: A-tsi atau Ache) yang sekarang dikenal sebagai provinsi Aceh memiliki akar budaya bahasa dari keluarga bahasa Monk Khmer proto bahasa Melayu dengan pembagian daerah bahasa lain seperti bagian selatan menggunakan bahasa Aneuk Jame sedangkan bagian Tengah, Tenggara, dan Timur menggunakan bahasa Gayo untuk bagian tenggara menggunakan bahasa Alas seterusnya bagian timur lebih ke timur lagi menggunakan bahasa Tamiang demikian dengan kelompok etnis Klut yang berada bagian selatan menggunakan bahasa Klut sedangkan di Simeulue menggunakan bahasa Simeulue akan tetapi masing-masing bahasa setempat tersebut dapat dibagi pula menjadi dialek. Bahasa Aceh, misalnya, adalah berbicara dengan sedikit perbedaan di Aceh Besar, di Pidie, dan di Aceh Utara. Demikian pula, dalam bahasa Gayo ada Gayo Lut, Gayo Deret, dan dialek Gayo Lues dan kelompok etnis lainnya Singkil yang berada bagian tenggara (Tanoh Alas) menggunakan bahasa Singkil. sumber sejarah lainnya dapat diperoleh antara lain seperti dari hikayat Aceh, hikayat rajah Aceh dan hikayat prang sabii yang berasal dari sejarah narasi yang kemudian umumnya ditulis dalam naskah-naskah aksara Jawi (Jawoe). Namun sebagaimana kelemahan dari sejarah narasi yang berdasarkan pinutur ternyata menurut Prof. Ibrahim Alfian bahwa naskah Hikayat Perang Sabil mempunyai banyak versi dan satu dengan yang lain terdapat perbedaan demikian pula dengan naskah Hikayat Perang Sabil versi tahun 1710 yang berada di perpustakaan Universitas Leiden di negeri Belanda.

     Awal Aceh dalam sumber antropologi disebutkan bahwa asal-usul Aceh berasal dari suku Mantir (atau dalam bahasa Aceh: Mantee) yang mempunyai keterkaitan dengan Mantera di Malaka yang merupakan bagian dari bangsa Mon Khmer (Monk Khmer) Menurut sumber sejarah narasi lainnya disebutkan bahwa terutama penduduk Aceh Besar tempat kediamannya di kampung Seumileuk yang juga disebut kampung Rumoh Dua Blaih (desa Rumoh 12), letaknya di atas Seulimeum antara kampung Jantho dengan Tangse. Seumileuk artinya dataran yang luas dan Mantir kemudian menyebar ke seluruh lembah Aceh tiga segi dan kemudian berpindah-pindah ke tempat-tempat lain.

Minggu, 04 Juli 2010

MRL MUSIC AWARD 2010

Hm.... Iseng-iseng aja nich... bikin penghargaan buat para musisi Indoenesia yang saya beri nama MRL Music Award 2010. Penghargaan ini sudah berlangsung sejak tahun 2008, namun karena ada beberapa kendala pada tahun lalu yakni 2009, tidak bisa diterbitkan. Kali ini MRL Music Award 2010 Hadir kembali dengan 11 Nominasi Penghargaan.

Lagu-lagu yang masuk ialah lagu-lagu yang berada dan disukai pada periode Juni 2009 - Mei 2010

Berikut penghargaan lengkapnya....

A. Pendatang Baru Terfavorit
  1. DOMINO -- "Siapa Yang Pantas"
  2. GEISHA -- "Jika Cinta Dia"
  3. MAHKOTA -- "Jangan Ganggu Dulu"
  4. THE DANCE COMPANY -- "Papa Rock n Roll"
  5. THE POTTERS -- "Keterlaluan"
B. Band Terfavorit
  1. D'MASIV -- "Rindu Setengah Mati"
  2. KANGEN BAND -- "Terbang Bersamaku"
  3. UNGU -- "Hampa Hatiku"
  4. VIERRA -- "Dengarkan Curhatku"
  5. WALI -- "Cari Jodoh"
C. Duo / Group Terfavorit
  1. MAHADEWI -- "Ayang-ayangku"
  2. PASTO -- "Jujur Aku Tak Sanggup"
  3. PROJECT POP -- "Batal Kawin"
  4. SAYKOJI -- "Online"
  5. THE VIRGIN -- "Cinta Terlarang"
D. Penyanyi Solo Pria Terfavorit
  1. AFGAN -- "Cinta Dua Hati"
  2. ANANG -- "Separuh Jiwaku Pergi"
  3. ARI LASSO -- "Cintailah Aku Sepenuh Hati"
  4. ONCE MEKEL -- "Symphony Yang Indah"
  5. VIDI ALDIANO -- "Cemburu Menguras Hati"
E. Penyanyi Solo Wanita Terfavorit
  1. BUNGA CITRA LESTARI -- "Karena Kucinta Kau"
  2. GITA GUTAWA -- "Harmoni Cinta"
  3. KRISDAYANTI -- "Kamu Dihatiku Selamanya"
  4. MELLY GOESLAW -- "Glow"
  5. SHERINA -- "Cinta Pertama dan Terakhir"
F. Duet Terfavorit
  1. ANANG feat SYAHRINI -- "Jangan Memilih"
  2. GITA GUTAWA feat MAIA -- "Mau Tapi Malu"
  3. MELLY feat AMEE -- "Ketika Cinta Bertasbih"
  4. MULAN JAMEELA feat MITHA -- "Cinta Mati II"
  5. OPICK feat AMANDA -- "Maha Melihat"
G. Model Video Klip Terfavorit
  1. ALLYSSA SOEBANDONO -- "Hampa Hatiku -> Ungu"
  2. CATHY SHARON -- "Yank -> Wali"
  3. KAMIDIA RADISTI -- "Aku Harus Jujur -> Kerispatih"
  4. NADIA SAPHIRA -- "Baik-baik Sayang -> Wali"
  5. SANDRA DEWI -- "Batal Kawin -> Project Pop"
H. Video Klip Terfavorit
  1. BOHONG -- "Project Pop"
  2. BUKAN CINTA MANUSIA BIASA -- "Dewa 19"
  3. GLOW -- "Melly Goeslaw"
  4. JANJI-JANJI -- "Agnes Monica"
  5. PARASIT -- "Gita Gutawa"
I. Soundtrack Terfavorit
  1. CINTA GILA "Ungu" -> Sang Pemimpi
  2. KETIKA CINTA BERTASBIH "Melly feat Amee" -> Ketika Cinta Bertasbih
  3. MENANTI CINTA "Krisdayanti" -> Ketika Cinta Bertasbih
  4. RATU LEBAH "RAN" -> Queen Bee
  5. SANG PEMIMPI "Gigi" -> Sang Pemimpi
J. Album Terfavorit
  1. CARI JODOH "Wali"
  2. HARMONI CINTA "Gita Gutawa"
  3. MY FIRST LOVE "Vierra"
  4. PENGUASA HATI "Ungu"
  5. MISTERI KALAJENGKING HITAM "The Changcuters"
K. Lagu Terfavorit
  1. BATAL KAWIN -> "Project Pop"
  2. CARI JODOH -> "Wali"
  3. CINTA MATI II -> "Mulan Jameela feat Mitha"
  4. HAMPA HATIKU -> "Ungu"
  5. JANGAN MENYERAH -> "D'Masiv"
  6. KARENA KUCINTA KAU -> "Bunga Citra Lestari"
  7. ONLINE -> "Saykoji"
  8. PARASIT -> "Gita Gutawa"
  9. PELAN-PELAN SAJA -> "Kotak"
  10. PUJAAN HATI -> "Kangen Band"

Siapa pilihan anda....????